Jumat, 07 Maret 2014

Ilmu Psikologi

ILMU
 PSIKOLOGI


Di Susun Oleh :
Nama : Zakwan Al Rasyid
Kelas  : XII-TKJ




28902Logo Tut Wuri Handayani SMA.jpg



SMK NEGERI 1 SIBOLGA
JL.FL.TOBING
KOTA SIBOLGA

Kata Pengantar


       Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena hanya atas rahmat-Nya lah saya dapat menyelesaikan karya tulis ini tanpa halangan apapun. Karya tulis yang berjudul “Ilmu Psikologi” ini saya buat bertujuan untuk mentuntaskan ujian praktek Bahasa Indonesia pada tahu ajaran 2013/2014. Saya selaku penyusun sangat berterima kasih kepada bapak/ibu guru dan orang tua karena telah membimbing dan membantu saya dalam menyusun karya tulis ini. Saya berharap agar karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya.

        Saya menyadari bahwa dalam penulisan atau pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, jika ada kekurangan maupun kelebihan saya memohon maaf. Terima kasih.











Sibolga, .........................2014
                       Penyusun





                                    (Zakwan Al Rasyid)
Bab 1. Pendahuluan




A.  Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas.
Berdasarkan uraian di atas, ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat menarik. Maka dari itu, saya tertarik untuk membuat karya tulis akan ilmu psikologi tersebut.



B.  Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam karya tulis ini dibatasi pada:
§  Pengertian Ilmu psikologi atau Psikologi.
§  Sejarah Psikologi.
§  Metode Psikologi.
§  Fungsi Psikologi sebagai Ilmu.
§  Manfaat Ilmu Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi.






Bab 2. Pembahasan Masalah

A.  Pengertian Ilmu Psikologi atau Psikologi
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secarailmiah. Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku.

B.  Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filosofiyang diprakarsai sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika

C.  Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
1.   Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.
2.   Observasi Ilmiah
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
3.   Sejarah Kehidupan (metode biografi)
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif. Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi.
4.   Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket [2] yaitu:
1.    Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
2.    interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
3.    Terdapat interaksi langsung berupa face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.
Ada beberapa teknik wawancara yaitu: wawancara bebas, wawancara terarah, wawancara terbuka dan wawancara tertutup
1.   Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki. Angket ini juga terdapat keuntungan dan kelemahannya.
2.   Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu. Metode pemeriksaan psikologis lain yang bersifat individual adalah tes proyektif kepribadian yakni seseorang diperlihatkan stimuli ambigu dan ia diminta untuk menceritakannya.
3.   Metode Analisis Karya
Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang.
4.   Metode Statistik
Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat.

D.  Fungsi Psikologi sebagai Ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
·         Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
·         Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosaprediksi atau estimasi
·         Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment sertarehabilitasi atau perawatan.

E.   Manfaat Ilmu Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi.
*   Manfaat ilmu psikologi.
  1. Untuk memperoleh pemahaman  gejala- gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesama manusia pada  umumnya dan anak-anak khususnya. 
  2. Untuk mengetahui perbuatan- perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa  sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia. 
  3. Untuk mengetahui cara penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
  4. Untuk mengetahui perilaku manusia sebagai upaya menyesuaikan diri dan berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan memahami mengapa  mereka berpikir, berperasaan dan berbuat menurut cara mereka sendiri. 
  5. Dalam rangka mengatasi permasalahan social, psikologi dapat mengurai pangkal masalah, setidaknya mengurangi problem sosial. 
  6. Kita bisa peka terhadap perasaan orang lain. 
  7. Mampu mencapai kualitas hidup yang lebih baik. 
  8. Mampu memaksimalkan potensi diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang tepat. 
  9. Hidup menjadi lebih sehat. Karena psikologi merupakan ilmu yang mempelajari jiwa tentunya tidak terpisahkan dari jasmani. Dengan bantuan cara berfikir positif maka dapat menjadikan kita lebih sehat. 
10. Dapat memperkaya gaya kepemimpinan. Tentunya dengan banyak teori yang ada dapat kita terapkan sebagai salah satu cara memimpin yang sesuai dengan situasi yang ada.

*   Argumen negatif akan ilmu psikologi.
Ilmu psikologi bisa dianggap bukan merupakan pemikiran ilmiah, tetapi pemikiran rasional. Hal ini bisa dijelaskan dengan alasan eksperimen ilmiah adalah memperlakukan materi pada kondisi dan faktor-faktor alaminya,kemudian mengamati pengaruh perlakukan tadi atau mengamati akibat/hasil eksperimen terhadap materi tadi. Misalnya eksperimen biologi, fisika, dan kimia.
Adapun pengamatan terhadap sesuatu yang bukan materi pada kondisi dan waktu yang berbeda-beda bukan merupakan eksperimen ilmiah. Demikian juga pengamatan terhadap anak kecil dalam kondisi dan umur yang berbeda-beda, hal ini tidak termasuk dalam pembahasan eksperimen ilmiah dan tidak dianggap sebagai metode ilmiah. Tetapi hanya pengamatan,pengulangan terhadap pengamatan dan inferensial/deduksi.
Di sisi lain, psikologi merupakan perkara yang relatif, yang memiliki kemungkinan salah bukan merupakan perkara yang absolut. Sehingga tidak boleh dijadikan sebagai landasan untuk menghukumi sesuatu dan tidak boleh dijadikan argumentasi untuk menentukan kebenaran atau ketidakbenaran sesuatu, karena bukan merupakan realita ilmiah(sains)atau hipotesa ilmiah.
Pengetahuan ini meskipun dihasilkan melalui metode rasional tetapi bukan untuk menetapkan eksistensi sesuatu,tetapi untuk menetapkan hukum atas hakekat sesuatu. Hukum ini pasti relatif yang memiliki kemungkinan salah.dengan demikian psikologi dibangun dengan landasan yang salah sehingga menjadikan kebanyakan pemikirannya penuh dengan kesalahan pula.
Ilmu psikologi secara global dibangun berdasarkan pandangan terhadap naluri dan otak. Mereka berpendapat bahwa pada manusia terdapat banyak naluri, baik naluri yang sudah diketahui ataupun belum. Berdasarkan padangan terhadap naluri ini,para pakar psikolog telah membangun teori-teori keliru. Ini adalah awal mula yang menyebabkan kekeliruan pada kebanyakan pemikiran-pemikiran yang ada dalam psikologi.
Ilmu psikologi menganggap otak terbagi menjadi beberapa bagian,masing-masing bagian memiliki potensi tertentu. Pada masing-masing bagian memiliki potensi yang tidak dimiliki bagian lainya. Mereka berpendapat beberapa manusia memiliki potensi untuk memahami bahasa, sedangkan tidak memiliki potensi untuk memahami ilmu pengetahuan alam. Begitu juga sebaliknya yang memiliki bakat IPA tidak memiliki bakat terhadap bahasa.
Namun kenyataan yang terjadi berbeda dengan hal tersebut. Fakta yang disaksikan oleh panca indera yaitu dengan mengamati dan meneliti respon perbuatan manusia, manusia memiliki potensi kehidupan yang memiliki dua manifestasi:
1.   Kebutuhan jasmani, menuntut pemuasan secara pasti apabila tidak dipenuhi bisa menyebabkan kematian pada manusia. Hal ini tercermin pada kebutuhan jasmani (Al Mu'minuun:33)
1.   Naluri kemanusiaan, menuntut pemuasan namun apabila tidak terpenuhi tidak akan menyebabkan kematian, tetapi akan menderita dan tergoncang akibat tidak terpenuhi kebutuhannya. Hal ini tercermin pada naluri-naluri seperti naluri beragama/gharizatul tadayyun [Az Zumar:8], naluri melestarikan keturunan/gharizatul nau' [Yusuf:24,Al Baqoroh:124], dan naluri mempertahankan diri/gharizatul baqa' [An Nahl:68]).

Naluri-naluri tersebut merupakan perasaan akan kelemahan dirinya, perasaan akan melestarikan keturunan dan perasaan untuk mempertahankan eksistensinya, tidak ada yang lain. Sedangkan selain naluri di atas hanyalah manifestasi-manifestasi bagi naluri seperti mengagungkan Tuhan, menyanjung pahlawan, beribadah merupakan manifestasi dari naluri beragama.
Kecenderungan suka terhadap lawan jenis(mail al-jinsi),mencintai orang tua,istri,anak,saudara merupakan manifestasi dari naluri melestarikan keturunan. Rasa takut,sombong,cinta kedaulatan, marah, pemilikan merupakan manifestasi dari naluri mempertahankan diri. Demikianlah setiap manifestasi dari manifestasi-manifestasi naluri dikembalikan kepada salah satu di antara naluri-naluri yang ada.
Sebenarnya yang disebut psikologi terhadap naluri adalah kenyataan tentang wujud atau yang ditimbulkan naluri bukan naluri itu sendiri.
Ini dari aspek naluri, sedangkan dari aspek otak, maka sebenarnya otak itu satu. Jika ada tinggi rendah dan perbedaan pemikiran-pemikiran maka itu disebabkan perbedaan kemampuan otak dalam mencerapnya(quwwatu rabthi). Tidak ada dalam otak potensi(bakat) yang tidak dijumpai pada lainya, tetapi semua otak memiliki potensi untuk berfikir dalam segala hal selama terpenuhi fakta yang terindera, panca indera atau salah satunya,informasi-informasi(maklumat) terdahulu, dan otak itu sendiri.
Sedangkan perbedaanya hanyalah pada daya cerap otak serta kekuatan untuk mengindera seperti perbedaan mata dalam kuat dan lemahnya untuk melihat,perbedaan telinga dalam kuat dan lemahnya mendengar. Oleh karena itu suatu yang mungkin untuk memberikan kepada setiap individu informasi-informasi dan di dalam setiap individu ada potensi untuk mencerna informasi-informasi tersebut. Tidak ada dasar sama sekali bagi teori ilmu psikologi yang menyatakan otak ada yang memiliki satu potensi saja dan ada yang memiliki banyak potensi.
Dengan demikian anggapan ilmu psikologi terhadap naluri-naluri adalah anggapan salah. Demikian juga anggapan terhadap otak juga merupakan anggapan yang salah sehingga mengantarkan pada kesalahan teori-teori yang dihasilkannya.





















Daftar Pustaka





















Bab 3. Kesimpulan dan Penutup

       Kesimpulannya adalah Ilmu Psikologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari tentang jiwa manusia. Dan ilmu ini termasuk kedalam IPS bukanlah IPA.
          Sekian karya tulis saya tentang Ilmu Psikologi. Dalam hal ini, saya masih pemula dan mungkin melakukan banyak kesalahan dalam menuntaskan karya tulis ini. Oleh karena itu, saya mohon maaf jika ada kekurangan maupun kelebihan.













Daftar Isi
Halaman Kover.............................................................................
Kata Pengantar..............................................................................
Bab 1.Pendahuluan
A.  Latar Belakang................................................................
B.   Rumusan Masalah dan Batasan Masalah........................
Bab 2.Pembahasan Masalah
A.  Pengertian Ilmu Psikologi atau Psikologi.......................
B.   Sejarah Psikologi.............................................................
C.   Metode Psikologi............................................................
D.  Fungsi Psikologi sebagai Ilmu........................................
E.   Manfaat Ilmu Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi..........................................................................

Bab 3.Kesimpulan dan Penutup....................................................


Daftar Pustaka...............................................................................