ILMU
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
Di Susun Oleh :
Nama : Zakwan Al Rasyid
Kelas : XII-TKJ

SMK NEGERI 1 SIBOLGA
JL.FL.TOBING
KOTA SIBOLGA
Kata Pengantar
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena
hanya atas rahmat-Nya lah saya dapat menyelesaikan karya tulis ini tanpa
halangan apapun. Karya tulis yang berjudul “Ilmu Psikologi” ini saya buat
bertujuan untuk mentuntaskan ujian praktek Bahasa Indonesia pada tahu ajaran
2013/2014. Saya selaku penyusun sangat berterima kasih kepada bapak/ibu guru
dan orang tua karena telah membimbing dan membantu saya dalam menyusun karya
tulis ini. Saya berharap agar karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi
para pembacanya.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan
atau pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
jika ada kekurangan maupun kelebihan saya memohon maaf. Terima kasih.
Sibolga,
.........................2014
Penyusun
(Zakwan Al
Rasyid)
Bab 1. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam
hubungannya dengan lingkungannya.
Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak,
tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah
laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami
dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai
tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas.
Berdasarkan uraian di
atas, ilmu psikologi merupakan ilmu yang sangat menarik. Maka dari itu, saya
tertarik untuk membuat karya tulis akan ilmu psikologi tersebut.
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan
masalah dalam karya tulis ini dibatasi pada:
§
Pengertian
Ilmu psikologi atau Psikologi.
§
Sejarah
Psikologi.
§
Metode
Psikologi.
§
Fungsi Psikologi
sebagai Ilmu.
§
Manfaat Ilmu
Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi.
Bab 2. Pembahasan Masalah
A. Pengertian Ilmu Psikologi atau Psikologi
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari
mengenai perilaku dan fungsi
mental manusia
secarailmiah.
Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog.
Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu
maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku.
B. Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari
ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi
dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani
kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filosofiyang
diprakarsai sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk
kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu
yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan
(Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah
psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan
bentuk pragmatisnya di benua Amerika
C. Metode Psikologi
1. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti
mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu
menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan
melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya.
Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi
akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi
objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang
- orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek
penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian
umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari
teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.
2. Observasi Ilmiah
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi
yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan
secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku
yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko
serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah
laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan
sebagainya.
3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber
data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan,
misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin
diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang
dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di
sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap
ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping
mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini
bersifat subjektif. Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu:
pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi.
4. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang
yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu
sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa
sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang
dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi
berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan
angket [2] yaitu:
1. Pada interview apabila terdapat hal
yang kurang jelas maka dapat diperjelas
2. interviwer(penanya) dapat
menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
3. Terdapat interaksi langsung berupa
face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses
interview dilakukan.
Ada beberapa teknik wawancara yaitu:
wawancara bebas, wawancara terarah, wawancara terbuka dan wawancara tertutup
1. Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis.
Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan
itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu
menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui
hal-hal yang diselidiki. Angket ini juga terdapat keuntungan dan kelemahannya.
2. Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu
yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih.
alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf
kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur
kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu. Metode
pemeriksaan psikologis lain yang bersifat individual adalah tes proyektif
kepribadian yakni seseorang diperlihatkan stimuli ambigu dan ia diminta untuk
menceritakannya.
3. Metode Analisis Karya
Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti
gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena
karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang.
4. Metode Statistik
Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau
materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang
telah didapat.
D. Fungsi Psikologi sebagai Ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi
sebagai ilmu yaitu:
·
Menjelaskan,
yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi.
Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
·
Memprediksikan,
Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah
laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
·
Pengendalian,
Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya
berupa tindakan yang
sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment sertarehabilitasi atau
perawatan.
E. Manfaat Ilmu Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi.
- Untuk memperoleh
pemahaman gejala- gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna
tentang tingkah laku sesama manusia pada umumnya dan anak-anak
khususnya.
- Untuk
mengetahui perbuatan- perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai
sarana untuk mengenal tingkah laku manusia.
- Untuk
mengetahui cara penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
- Untuk
mengetahui perilaku manusia sebagai upaya menyesuaikan diri dan
berhubungan dengan orang lain, sehingga memudahkan memahami mengapa
mereka berpikir, berperasaan dan berbuat menurut cara mereka
sendiri.
- Dalam
rangka mengatasi permasalahan social, psikologi dapat mengurai pangkal
masalah, setidaknya mengurangi problem sosial.
- Kita
bisa peka terhadap perasaan orang lain.
- Mampu
mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
- Mampu memaksimalkan
potensi diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang tepat.
- Hidup
menjadi lebih sehat. Karena psikologi merupakan ilmu yang mempelajari jiwa
tentunya tidak terpisahkan dari jasmani. Dengan bantuan cara berfikir
positif maka dapat menjadikan kita lebih sehat.
10. Dapat memperkaya gaya
kepemimpinan. Tentunya dengan banyak teori yang ada dapat kita terapkan sebagai
salah satu cara memimpin yang sesuai dengan situasi yang ada.
Ilmu psikologi bisa
dianggap bukan merupakan pemikiran ilmiah, tetapi pemikiran rasional. Hal ini
bisa dijelaskan dengan alasan eksperimen ilmiah adalah memperlakukan materi
pada kondisi dan faktor-faktor alaminya,kemudian mengamati pengaruh perlakukan
tadi atau mengamati akibat/hasil eksperimen terhadap materi tadi. Misalnya
eksperimen biologi, fisika, dan kimia.
Adapun pengamatan
terhadap sesuatu yang bukan materi pada kondisi dan waktu yang berbeda-beda
bukan merupakan eksperimen ilmiah. Demikian juga pengamatan terhadap anak kecil
dalam kondisi dan umur yang berbeda-beda, hal ini tidak termasuk dalam
pembahasan eksperimen ilmiah dan tidak dianggap sebagai metode ilmiah. Tetapi
hanya pengamatan,pengulangan terhadap pengamatan dan inferensial/deduksi.
Di sisi lain, psikologi
merupakan perkara yang relatif, yang memiliki kemungkinan salah bukan merupakan
perkara yang absolut. Sehingga tidak boleh dijadikan sebagai landasan untuk
menghukumi sesuatu dan tidak boleh dijadikan argumentasi untuk menentukan
kebenaran atau ketidakbenaran sesuatu, karena bukan merupakan realita
ilmiah(sains)atau hipotesa ilmiah.
Pengetahuan ini meskipun
dihasilkan melalui metode rasional tetapi bukan untuk menetapkan eksistensi
sesuatu,tetapi untuk menetapkan hukum atas hakekat sesuatu. Hukum ini pasti
relatif yang memiliki kemungkinan salah.dengan demikian psikologi dibangun
dengan landasan yang salah sehingga menjadikan kebanyakan pemikirannya penuh
dengan kesalahan pula.
Ilmu psikologi secara
global dibangun berdasarkan pandangan terhadap naluri dan otak. Mereka
berpendapat bahwa pada manusia terdapat banyak naluri, baik naluri yang sudah
diketahui ataupun belum. Berdasarkan padangan terhadap naluri ini,para pakar
psikolog telah membangun teori-teori keliru. Ini adalah awal mula yang
menyebabkan kekeliruan pada kebanyakan pemikiran-pemikiran yang ada dalam
psikologi.
Ilmu psikologi
menganggap otak terbagi menjadi beberapa bagian,masing-masing bagian memiliki
potensi tertentu. Pada masing-masing bagian memiliki potensi yang tidak
dimiliki bagian lainya. Mereka berpendapat beberapa manusia memiliki potensi
untuk memahami bahasa, sedangkan tidak memiliki potensi untuk memahami ilmu
pengetahuan alam. Begitu juga sebaliknya yang memiliki bakat IPA tidak memiliki
bakat terhadap bahasa.
Namun kenyataan yang
terjadi berbeda dengan hal tersebut. Fakta yang disaksikan oleh panca indera
yaitu dengan mengamati dan meneliti respon perbuatan manusia, manusia memiliki
potensi kehidupan yang memiliki dua manifestasi:
1. Kebutuhan jasmani,
menuntut pemuasan secara pasti apabila tidak dipenuhi bisa menyebabkan kematian
pada manusia. Hal ini tercermin pada kebutuhan jasmani (Al Mu'minuun:33)
1. Naluri kemanusiaan,
menuntut pemuasan namun apabila tidak terpenuhi tidak akan menyebabkan
kematian, tetapi akan menderita dan tergoncang akibat tidak terpenuhi
kebutuhannya. Hal ini tercermin pada naluri-naluri seperti naluri
beragama/gharizatul tadayyun [Az Zumar:8], naluri melestarikan
keturunan/gharizatul nau' [Yusuf:24,Al Baqoroh:124], dan naluri mempertahankan
diri/gharizatul baqa' [An Nahl:68]).
Naluri-naluri tersebut
merupakan perasaan akan kelemahan dirinya, perasaan akan melestarikan keturunan
dan perasaan untuk mempertahankan eksistensinya, tidak ada yang lain. Sedangkan
selain naluri di atas hanyalah manifestasi-manifestasi bagi naluri seperti
mengagungkan Tuhan, menyanjung pahlawan, beribadah merupakan manifestasi dari
naluri beragama.
Kecenderungan suka
terhadap lawan jenis(mail al-jinsi),mencintai orang tua,istri,anak,saudara
merupakan manifestasi dari naluri melestarikan keturunan. Rasa
takut,sombong,cinta kedaulatan, marah, pemilikan merupakan manifestasi dari
naluri mempertahankan diri. Demikianlah setiap manifestasi dari
manifestasi-manifestasi naluri dikembalikan kepada salah satu di antara
naluri-naluri yang ada.
Sebenarnya yang disebut
psikologi terhadap naluri adalah kenyataan tentang wujud atau yang ditimbulkan
naluri bukan naluri itu sendiri.
Ini dari aspek naluri,
sedangkan dari aspek otak, maka sebenarnya otak itu satu. Jika ada tinggi
rendah dan perbedaan pemikiran-pemikiran maka itu disebabkan perbedaan
kemampuan otak dalam mencerapnya(quwwatu rabthi). Tidak ada dalam otak
potensi(bakat) yang tidak dijumpai pada lainya, tetapi semua otak memiliki
potensi untuk berfikir dalam segala hal selama terpenuhi fakta yang terindera, panca
indera atau salah satunya,informasi-informasi(maklumat) terdahulu, dan otak itu
sendiri.
Sedangkan perbedaanya
hanyalah pada daya cerap otak serta kekuatan untuk mengindera seperti perbedaan
mata dalam kuat dan lemahnya untuk melihat,perbedaan telinga dalam kuat dan
lemahnya mendengar. Oleh karena itu suatu yang mungkin untuk memberikan kepada
setiap individu informasi-informasi dan di dalam setiap individu ada potensi
untuk mencerna informasi-informasi tersebut. Tidak ada dasar sama sekali bagi
teori ilmu psikologi yang menyatakan otak ada yang memiliki satu potensi saja
dan ada yang memiliki banyak potensi.
Dengan demikian anggapan
ilmu psikologi terhadap naluri-naluri adalah anggapan salah. Demikian juga
anggapan terhadap otak juga merupakan anggapan yang salah sehingga mengantarkan
pada kesalahan teori-teori yang dihasilkannya.
Daftar Pustaka
Bab 3.
Kesimpulan dan Penutup
Kesimpulannya adalah Ilmu Psikologi merupakan ilmu
sosial yang mempelajari tentang jiwa manusia. Dan ilmu ini termasuk kedalam IPS
bukanlah IPA.
Sekian karya tulis saya tentang Ilmu
Psikologi. Dalam hal ini, saya masih pemula dan mungkin melakukan banyak
kesalahan dalam menuntaskan karya tulis ini. Oleh karena itu, saya mohon maaf
jika ada kekurangan maupun kelebihan.
Daftar
Isi
Halaman
Kover.............................................................................
Kata
Pengantar..............................................................................
Bab
1.Pendahuluan
A. Latar
Belakang................................................................
B.
Rumusan Masalah
dan Batasan Masalah........................
Bab
2.Pembahasan Masalah
A.
Pengertian
Ilmu Psikologi atau Psikologi.......................
B.
Sejarah
Psikologi.............................................................
C.
Metode Psikologi............................................................
D.
Fungsi
Psikologi sebagai Ilmu........................................
E.
Manfaat Ilmu
Psikologi dan Argumen Negatif akan Ilmu Psikologi..........................................................................
Bab
3.Kesimpulan dan Penutup....................................................
Daftar
Pustaka...............................................................................